Saturday, 30 March 2013

Sejarah DSLR :D

Kamera digital adalah teknologi yang terkait langsung dan berkembang dari teknologi yang sama seperti ketika berfungsi untuk merekam gambar pada televisi. Pada tahun 1951, untuk pertama kalinya video tape recorder (VTR) mengambil gambar dari kamera televisi, kemudian mengkonversi informasi tersebut menjadi suatu impuls listrik (digital) dan menyimpan informasi tersebut ke dalam tape magnetis.
Bing Crosby Laboratorium (tim peneliti yang didanai oleh seorang insinyur bernama Vrosby dan dipimpin oleh John Mullin) membuat versi awal dari VTR. Pada tahun 1956, teknologi VTR telah disempurnakan (VR1000 yang dibuat oleh Charles P. Ginsburg dan Ampex Corporation) dan umum dipakai oleh industri televisi.

Antara televisi/kamera video dan kamera digital yang menggunakan CCD (Charged Couple Device)untuk mengatur warna dan intensitas cahaya. Pada saat itu pula era kamera digital telah dimulai dengan sangat pesat.

Pada tahun 1981, Sony memperkenalkan kamera elektronik komersil pertama mereka yang disebut Mavica. Gambar yang direkam ke mini disc dan kemudian dimasukkan ke dalam video reader yang terhubung ke monitor atau televisi warna. Walaupun Mavica belum dapat dikatakan kamera digital, itu sebenarnya merupakan modifikasi kamera video yang mengambil foto secara spontan.

Sejak pertengahan tahun 1970-an, Kodak memiliki beberapa penemuan tentang solid-state/kejernihan untuk sensor gambar yaitu mengubah cahaya ke gambar digital untuk penggunaan pada tingkat profesional dan konsumen rumah tangga.

Pada tahun 1886, ilmuwan Kodak untuk pertama kalinya di dunia mengenalkan sensor megapixel, dimana sensor ini mampu merekam 1,4 juta pixel yang dapat menghasilkan 5×7 inci foto digital cetak berkualitas baik pada saat itu. Pada tahun 1987, Kodak merilis tujuh produk untuk merekam, menyimpan, memanipulasi, transmisi elektronik, dan mencetak sesuatu seperti gambar suatu objek.

Pada tahun 1990, Kodak mengembangkan sistem foto CD dan mengusulkan pertama kalinya di seluruh dunia untuk menetapkan standar warna digital dalam lingkungan komputer dan peripheral komputer.

Pada tahun 1991, Kodak merilis pertama kalinya untuk para profesional, suatu sistem dalam pemotretan yanitu Digital Camera System (DCS), yang bertujuan untuk photo journalist. Kamera tersebut adalah Nikon F-# yang dilengkapi dengan sensor 1.3 Megapixels.

Kamera digital yang pertama untuk tingkat konsumen pasar yang bekerja dengan komputer rumah melalui USB (Unit serial Bus) adalah kamera QuickTake 100 Aplle (17 Februari 1994), kamera Kodak DC40 (28 maret 1995), Casio QV-11 (dengan monitor LCD, akhir 1995), dan Sony Cyber-Shot Digital Still Camera (1996).

Namun, kodak memasuki era tersebut dengan agresif kampanye pemasaran untuk memajukan DC40 dan membantu memperkenalkan gagasan digital fotografi kepada masyarakat.

Kinko’s dan Microsoft bekerja sama dengan Kodak Digital untuk membuat gambar digital yang menggunakan software di berbagai tempat kerja dan kios foto, dimana para pelanggan diizinkan untuk memproduksi CD foto, gambar digital, dan kemudian dapat menambahkan ke dokumen komputer mereka. IBM bekerja sama dengan Kodak membaut internet berbasis jaringan pertukaran gambar.

Hewlett-Packard (HP) adalah perusahaan pertama dalam hal membuat warna di produk mereka yaitu Inkjet Printer, sehingga melengkapi sistem pewarnaan untuk gambar yang dicetak dari kamera digital. Maka dimulailah perubahan kamera digital dengan bentuk yang baru. Kamera digital seperti kamera konvesional, tersedia model Point-And-Shot dan lensa refleks tunggal digital atau Digital Single Lens Reflector (DSLR).
Catatan Bawah

Point-and-Shoot Camera adalah kamera kecil, murah, dan mudah digunakan, karena kamera tersebut hanya berisi lensa dan built-in flash. Untuk mendapatkan bingkai gambar, kamera tersebut memiliki Liquid Crystal Display (LCD) berbasi viewfinder.

Keuntungan dan kerugian dari model Poit-And-Shoot adalah bahwa kamera tersebut dirancang agar memudahkan dalam penggunaan. Walaupun model ini masih memiliki keterbatasan yaitu penggunaan kontrol atas kamera. Beberapa kamera ada yang mengatru fokus dan eksposur secara otomatis.

DSLR Camera adalah kamera dengan model kebalikan dari Point-And_shoot Camera. Kamera DSLR memiliki optical viewfinders, removable lens, external flash, dan kemampuan untuk fikus serta kemampuan untuk menyesuaikan eksposur secara manual bila diperlukan.

Ini merupakan pengganti langsung dari kamera yang menggunakan negative film berbasis model lensa refleks tunggal atau Single Lens Reflex (SLR) yang digunakan kebanyakan orang pada zaman dahulu. Untuk alasan ini, kamera DSLR cenderung lebih rumit dan mahal dibandingkan kamera model Point-And-Shoot.

Generasi awal model DSLR cenderung lebih mahal dan lebih besar dari kamera yang menggunakan negative film. Pada saat ini hal ini tidak lagi terjadi, karena kamera DSLR menjadi lebih murah, ringan, dan lebih kompak sesuai dengan perkembangan zaman, bahkan generasi terbaru dapat menampilkan kualitas gambar High Definition.

Sejarah Kame SLR (Single Lens Reflex)

Jika kita inginkan gambar yang berkualiti tinggi, kamera SLR (Single-lens Reflex) sentiasa menjadi pilihan yang utama. Sukar untuk dipercayai bahawa, dalam kecanggihan kamera digital SLR pada hari ini, perkembangan teknologi ini telah wujud untuk sekian lama.

1676 – Permulaan

Ahli matematik Jerman, Johann Sturm menerangkan tentang peralatan yang digunakan untuk artis sebagai alat bantuan seni catan. Menggunakan prinsip lensa tunggal.

1861 – Thomas Sutton

Fotografer Thomas Sutton telah membuat sebuah kamera lensa tunggal dan pada tahun yang sama, beliau telah mengambil foto berwarna yang pertama.



1929 – Rolleiflex

Rolleiflex menggunakan negatif filem 120mm. Ia menjadi buruan pengumpul barangan antik.


1936 – Kine Exakta

Pembuat dari Jerman, Ihagee telah membawa ke pasaran sebuah kamera SLR bersama dengan Kine Exakta untuk gambar yang kecil. Ia membekalkan sebuah bayonet untuk penukaran lensa seperti yang ada pada model terkini.

1948 – Hasselblad

Hasselblad, sebuah firma Sweden mempersembahkan kamera lensa tunggal format pertengahan 1600F dengan modular assembly. VSystem telah dibina menggunakan prinsip yang sama seperti yang ditawarkan sekarang.

 1949 – Contax S
Syarikat Dresden, Zeiss Ikon memperkenalkan viewfinder  jenis penta prism pada model Contax S. Ia memberikan imej menegak sama seperti kamera SLR biasa pada masa kini.


1952 – Asahiflex

Pembuat dari Jepun telah membina yang pertama seumpamanya sebuah Asahi Optical (sekarang dikenali sebagai Pentax) iaitu sebuah kamera SLR.


1959 – Nikon F

Sistem gambar kecil SLR Profesional telah mengukuhkan kedudukan berdekad-dekad lamanya dari Nikon dibawah fotografer profesional.(maaf gada gambar :D)

1969 – Gambar di Bulan

Gambar pertama di bulan telah diambil oleh Neil Armstrong dan Buzz Aldrin dengan kamera Hasselblad yang telah diubahsuai.(Maaf juga :D)

1976 – Canon AE-1

Perkembangan SLR telah mencapai ke kemuncaknya pada tahun 70an apabila jualan model Canon AE-1 telah mencecah 5 juta unit.


1985 – Minolta 7000

Kamera SLR dengan sistem auto-fokus berintegrasi telah dianggap sebagai asas kepada prinsip Dynax. Pada tahun 2006, Sony telah mengambil alih perdagangan kamera dari Minolta


1991 – Kodak DCS-100

Pembuat filem Kodak telah menawarkan kamera SLR digital yang pertama. Ia dibina dari asas Nikon F3, mempunyai 1.3 megapiksel dan bernilai USD30,000.

 2003 – Canon EOS 300D
Canon telah mencapai hit di pasaran dengan penjualan EOS 300D yang direka khas untuk fotografer hobbyist. Pembuat yang lain mengikuti trend ini
.


2009 – Olympus E-3

Model terkini dari Olympus. Kamera SLR menyediakan Live-Preview pada paparan, ultrasound untuk membuang partikel-partikel habuk dari sensor dan jugak penstabil imej.


Onthel On action B-)


Cannon Lens 18-55mm
ISO:1600
SS  :1/25
F    :4.5

Panning technique :D


Cannon lens18-55mm
ISO:1600
SS  :1/25
F    :5.0
Mendung nih :D


Thursday, 21 March 2013